Monitoring Kegiatan CSR, OPLAH, dan Brigade Pangan di 3 Titik Lokasi di Kabupaten Mempawah
MEMPAWAH - Rabu (13/5), Tenaga Ahli Menteri Pertanian (TAM), Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc., meninjau lokasi dalam rangka Monitoring dan Evaluasi Kegiatan Strategis Kementerian Pertanian di Kabupaten Mempawah. Didampingi oleh Kepala Balai Besar (Anjar Suprapto, S.T.P., M.P.), Kepala BBPP Batu (Dr. Ir. Ugik Romadi, SST., M.Si.) dan Tim, kunjungan dimulai dengan koordinasi awal dengan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Mempawah (H. Arifin, S.Pd.SD., M.Pd.), beserta jajaran Kabid Tanaman Pangan, PSP, dan Penyuluh Pertanian. Dalam diskusi tersebut, dibahas progres krusial mulai dari Oplah, Brigade Pangan, dan CSR.
Kepala DPKPP Kab. Mempawah menyampaikan bahwa meski potensi daerah sangat baik, kendala mekanisasi seperti ketersediaan combine harvester masih menjadi tantangan. Terkait pengelolaan 31 Brigade Pangan (BP) yang ada, perlu diusulkan adanya rotasi alsintan antar BP guna optimalisasi alat. Tim kemudian meninjau lahan CSR 2025 milik BP Sepakat Berjaya di Desa Peniti Luar seluas 171 ha. Meskipun telah didukung 3 unit Rice Transplanter, kendala utama yang dihadapi adalah intrusi air asin ke saluran irigasi yang meningkatkan salinitas tanah dan mengancam pertumbuhan padi. Sebagai solusi, perlu diusulkan perbaikan infrastruktur pengairan untuk membentengi lahan dari air asin.
Selanjutnya, Tim menuju lokasi CSR 2025 BP Mitra Cahaya Surya di Desa Peniti Dalam II yang mengelola lahan seluas 209 ha dengan dukungan 3 unit Rotavator Rotari dan 3 unit Power Thresher. Di lapangan, ditemukan hambatan berupa terbatasnya mobilitas alsintan akibat ketiadaan jembatan penghubung antar lahan serta tingginya biaya bahan bakar. Selain itu, perlunya pengusulan rencana instalasi 2 unit Irigasi Perpompaan (Irpom) guna menjamin ketersediaan air secara lebih efisien.
Kunjungan berlanjut ke lokasi OPLAH 2024 milik BP Maju Bersama di Desa Peniraman seluas 255 ha yang memiliki mekanisasi lengkap, mulai dari Traktor Roda 2, Pompa 3 inch, Combine Harvester, hingga Drone Pertanian. Tantangan krusial di lokasi ini adalah status lahan tadah hujan yang kerap mengalami kekeringan ekstrem saat musim kemarau, terutama saat cadangan air permukaan nihil. Solusi yang ditekankan oleh Manager BP dan Petani adalah usulan penambahan program pompanisasi yang masif serta perbaikan jaringan irigasi (Irpom) agar potensi lahan yang luas ini tetap dapat berproduksi secara optimal sepanjang tahun.
Menutup rangkaian hari ini, Dr. Ir. Pamuji Lestari, M.Sc. menekankan pentingnya sinergi antara teknologi mekanisasi dan perbaikan infrastruktur dasar di lapangan. BRMP Kalimantan Barat bersama seluruh pemangku kepentingan agar terus mengawal kendala teknis ini agar bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian dapat memberikan dampak nyata pada peningkatan kesejahteraan petani di Mempawah.